Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

BKPH MEUREUDU KEKURANGAN PENYULUH KEHUTANAN

Trienggadeng , Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Meureudu KPH Wilayah II Aceh saat ini membutuhkan tambahan sekitar 4 orang Penyuluh Kehutanan Lapangan (PKL) untuk mencapai jumlah ideal guna mendampingi masyarakat pegiat hutan di seluruh Wilayah Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Meureudu ini. “Saat ini penyuluh kehutanan di Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Meureudu ada 4 orang, sementara dengan luas hutan di seluruh Wilayah Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Meureudu yang sekitar 170.338,27 hektare itu idealnya punya sekitar 10 orang   Penyuluh Kehutanan,” kata Kepala BKPH Meureudu kepada Tim dari MPR/RI Fraksi Golkar   saat meninjau Lokasi Pembuatan Hutan Pendidikan dan RHL di Meureudu, Senin (2/4/2018). Dengan demikian, kata dia, Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Meureudu yang mengelola hutan baik hutan negara, hutan dalam kawasan dan luar kawasan yang mencapai 170.338,27 hektare itu masih membutuhkan tambahan sekitar 4

KESETIAAN SEORANG PAMHUT dan PK

“Kita sudah masuk masa kerja lebih 10 tahun. Sesuai aturan ASN saat ini seharusnya kita sudah menjadi PNS, tetapi sampai sekarang status kita masih kontrak pertahun. Masalahnya lagi petugas hanya mendapat jerih payah Rp2,2 juta, tidak sebanding dengan pekerjaan sebagai Pamhut yang penuh risiko,”  Begitulah kira-kira gurauan Pamhut BKPH Jeumpa M. Nasir saat mendampingi Penyuluh Kehutanan BKPH Meureudu Sufriadi, S.P. dilokasi HHBK Alue Seumantok M. Nasir dan Bang Subur di Lokasi Alue Seumantok M. Nasir dan Bang Joni Escort saat identifikasi Jernang

PEMBIBITAN JERNANG ALUE SEUMANTOK

Jernang ( Dhaemorhop draco ) merupakan tanaman yang populer bagi petani tanaman hutan khususnya di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, karena mempunyai nilai jual tinggi. Sayangnya, tanaman ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat tumbuh secara alami. Untuk mengatasi hal tersebut, KTH Alue S eumantok Kecamatan Peudada (Azhar Ajalil) yang di dampingi oleh Penyuluh Kehutanan (Sufriadi, SP.) serta Pamhut KPH II (Edy Syahputra) telah mengembangkan teknik pembibitan jernang. Pak Keuchik juga turun tangan untuk membantu KTH Alue Seumantok Pembuatan Kebun Bibit seluas 15 m x 80 m dengan kapasitas bibit 40.000 batang. Bibit Jernang yang sudah siap dipindahkan ke persemaian Bibit Jernang yang berasal dari stek/cabutan alam Ketua KTH Alue Seumantok Kecamatan Peudada Tgk. Azhari Ajalil dengan kreteknya Tok...Tok...Tokkk.....godam Penyuluh Kehutanan mengahantam patok....semangat pantang surut Penyuluh Kehutanan bersama Ketua KTH sedang memasang pat

JERNANG KTH ALUE SEUMANTOK

Minggu, 25 Februari 2018. Demi menjaga hutan tetap lestari, kelompok Tani Alue Seumantok Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen yang diketuai oleh Azhar Ajalil dan didampingi oleh Penyuluh Kehutanan Lapangan BKPH Meureudu, Sufriadi, SP. berusaha keras menanam dan memelihara jernang. Bagi Kelompok Tani Hutan Alue Seumantok, jernang adalah buah kehidupan. Jika hutan masih bisa ditumbuhi jernang, artinya hutan itu masih alami. Sebaliknya jika tidak, hutan tersebut sama saja telah mati. Berikut kegiatan KTH Alue Semantok yang terus mengembangkan diri untuk tetap mandiri. Papan Nama KTH Gubuk Derita di Lokasi KTH Penyuluh Kehutanan Lapangan BKPH Meureued Istirahat sejenah setelah seharian menjelajahi Lokasi KTH Buah Jernang Papan Nama Kebun Bibit Jernang